Jumat, 23 Agustus 2013



Hunian dengan Tanaman Merambat
Tanaman rambat dapat memberikan kesan hijau pada hunian


MEMBERI unsur hijau pada rumah tidak perlu lahan luas, hunian yang berlahan mungil pun bisa dibuat kesan hijau. Dengan cara mengaplikasikan tanaman merambat untuk membuat hunian asri dan hijau. Bagi yang memiliki hunian dengan lahan yang luas, bukan hal sulit untuk membuat kesan hijau. Misalnya, dengan membuat taman nan hijau. Namun bagaimana dengan mereka yang memiliki rumah berlahan imut? Membuat taman yang besar, sepertinya susah direalisasikan. Namun tak perlu cemas, masih ada cara untuk membuat kesan hijau. Tanaman dalam pot atau tanaman gantung mungkin dapat diaplikasikan di rumah. Bila kedua cara tersebut dirasa kurang maksimal, mungkin Anda bisa mencoba menghijaukan rumah dengan tanaman rambat. Tanaman merambat merupakan tanaman yang memiliki daya pikat tersendiri bagi yang menanamnya. Terbukti, kelompok tanaman ini dalam perkembangannya berbeda dan unik dibanding dengan jenis pohon atau tanaman sering ada di taman rumah Anda.

Tanaman merambat tipe memanjat adalah tanaman yang paling efisien untuk pemanfaatan ruang. Tak ayal, tanaman merambat bisa dijadikan focal point pada bangunan rumah yang lahannya sempit. Hanya yang perlu diperhatikan adalah estetikanya. Jangan karena ingin membuat rumah lebih sejuk dan hijau, penghuni mengaplikasikannya secara asal. Begitu pun yang penting diperhatikan adalah jenis tanamannya. Sebab, setiap tanaman memiliki karakter dan keunikan berbeda-beda, seperti warna, alat panjatnya, dan bunganya. Dinding yang ingin dihijaukan bisa menggunakan tanaman panjat, tipe dolar-dolaran dan sirih gading.
Sebelum mengaplikasikan pada hunian, tahapan yang harus di lakukan yaitu memilih satu area dinding yang akan dijadikan focal point atau unsur hijau rumah. Selain itu, bentuk rangkanya pun bisa dipilih atau yang sudah dimodifikasi menjadi bentuk-bentuk yang unik .

Cakupan lainnya tentu berkaitan dengan cahaya. Sebab, tanaman merambat ada yang karakternya tidak membutuhkan sinar matahari langsung ada juga yang membutuhkan sinar matahari secara penuh. Tergantung tipe tanaman yang akan dipilih.

Sebab itu, sebaiknya penghuni harus menganalisis tanaman merambat dengan baik lingkungannya. Jika ingin mengaplikasikan pada sisi rumah yang terbuka dan terkena matahari langsung, maka gunakanlah tipe tanaman yang cocok dengan sinar matahari langsung. Sementara bagian ruang yang ternaungi oleh atap atau pagar, bisa pilih tanaman yang toleran.

Pengaplikasian jenis tanaman jangan sampai tertukar karena akan mengakibatkan pertumbuhannya jadi jelek dan terbakar. Seperti, warna daunnya yang tidak muncul dan ujung-ujung daunnya jadi cokelat dan terbakar. Begitu pun dalam pemilihan warna, tanaman merambat memiliki ragam jenis warna, jadi tidak selalu hijau, tapi ada warna merah, kuning, bahkan oranye. Pemilihan warna sangat diperlukan agar tercipta keseimbangan antara elemen yang satu dan elemen yang lain. Sebab, salah sedikit saja bisa merusak estetika bangunan rumah.

Biasanya juga bergantung pada efek apa yang ingin ditampilkan dari si pengguna. Entah ingin menggunakan warna kontras dari bunga atau bermain dari gradasi warna hijau daunnya saja. Alternatif lain, Anda bisa padu-padan dengan bunga artifisial, tapi dalam komposisi yang tepat.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah perawatan. Tanpa perawatan yang rutin, tanaman akan merambat tak teratur. Alih-alih memperindah rumah, tanaman merambat malah akan membuat rumah tampak terawat. Selain itu, Anda juga sebaiknya rajin menyiangi daun atau ranting yang kering.

Sejatinya, hunian berkonsep alam akan tampak lebih serasi dan selaras jika material yang digunakan menggunakan material alam juga. Kalaupun ingin menggunakan material berbeda sebaiknya perhatikan pemilihan warnanya saja, seperti pengadopsian warna-warna alam.


Selasa, 07 Mei 2013

konsep rumah ramah lingkungan


Konsep Rumah Ramah Lingkungan
Rumah ramah yang ramah lingkungan pada konsep nya adalah rumah hemat energi. Banyak memanfaatkan pengudaraan alami dan pencahayaan alami. Desain rumah sedemikian rupa sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada AC dan lampu.
Dalam memanfaatkan cahaya matahari, yang diperlukan adalah pencahayaan untuk “terang” nya sedangkan “panas” nya dihindari. Salah satu caranya adalah memanfaatkan arah timur/barat/ atau utara/selatan. Jendela harus berkanopi dengan sehingga terpaan langsung cahaya matahari dapat diminimalkan.
Faktor-faktor yang mendukung sebuah rumah menjadi rumah ramah lingkungan antara lain:
1. Rangka atap baja ringan
Penggunaan baja ringan ini sebagai jawaban atas semakin menipisnya jumlah kayu hutan kita. Baja ringan lebih efektif dalam aplikasi atap. Pengerjaannya lebih efisien dalam waktu, dan lebih presisi karena buatan pabrik.
2. Kusen, daun jendela, pintu menggunakan alumunium/ PVC/ UPVC
3. Plafond menggunakan gypsum dan rangka besi holow
4. Atap yang tinggi
5. Tritisan lebar
6. Banyak bukaan
7. Plafond tinggi agar sikulasi udara dapat benar – benar lancar
8. Kanopi tiap jendela
9. Luas
bangunan sebaiknya tidak lebih dari 60% luas lahan
Perbandingan antara luas bangunan dengan lahan hijau idealnya adalah 60-40. Yang mana fungsi taman tidak hanya sekedar mempercantik penampilan rumah, tetapi juga sebagai daerah resapan air hujan. Agar taman dapat dengan mudah menyerap air hujan, caranya tidak hanya dengan tanaman ,tetapi juga memberi pori-pori tanah dengan cara melubangi. Selain sebagai resapan, taman juga berfungsi sebagai penyaring kebisingan dan debu. Tentu
rumah akan menjadi sehat jika minim debu.