Hunian dengan Tanaman Merambat
Tanaman rambat dapat memberikan kesan hijau pada hunian
Tanaman rambat dapat memberikan kesan hijau pada hunian
MEMBERI unsur hijau pada rumah tidak perlu
lahan luas, hunian yang berlahan mungil pun bisa dibuat kesan hijau. Dengan
cara mengaplikasikan tanaman merambat untuk membuat hunian asri dan hijau. Bagi
yang memiliki hunian dengan lahan yang luas, bukan hal sulit untuk membuat
kesan hijau. Misalnya, dengan membuat taman nan hijau. Namun bagaimana dengan
mereka yang memiliki rumah berlahan imut? Membuat taman yang besar, sepertinya
susah direalisasikan. Namun tak perlu cemas, masih ada cara untuk membuat kesan
hijau. Tanaman
dalam pot atau tanaman gantung mungkin dapat diaplikasikan di rumah. Bila kedua
cara tersebut dirasa kurang maksimal, mungkin Anda bisa mencoba menghijaukan
rumah dengan tanaman rambat. Tanaman merambat merupakan tanaman yang memiliki
daya pikat tersendiri bagi yang menanamnya. Terbukti, kelompok tanaman ini
dalam perkembangannya berbeda dan unik dibanding dengan jenis pohon atau
tanaman sering ada di taman rumah Anda.
Tanaman merambat tipe memanjat adalah tanaman yang
paling efisien untuk pemanfaatan ruang. Tak ayal, tanaman merambat bisa
dijadikan focal point pada bangunan rumah yang lahannya sempit. Hanya
yang perlu diperhatikan adalah estetikanya. Jangan karena ingin membuat rumah
lebih sejuk dan hijau, penghuni mengaplikasikannya secara asal. Begitu pun yang
penting diperhatikan adalah jenis tanamannya. Sebab, setiap tanaman memiliki
karakter dan keunikan berbeda-beda, seperti warna, alat panjatnya, dan
bunganya. Dinding yang ingin dihijaukan bisa menggunakan tanaman panjat, tipe
dolar-dolaran dan sirih gading.
Sebelum mengaplikasikan pada hunian, tahapan yang
harus di lakukan yaitu memilih satu area dinding yang akan dijadikan focal
point atau unsur hijau rumah. Selain itu, bentuk rangkanya pun bisa dipilih
atau yang sudah dimodifikasi menjadi bentuk-bentuk yang unik .
Cakupan
lainnya tentu berkaitan dengan cahaya. Sebab, tanaman merambat ada yang
karakternya tidak membutuhkan sinar matahari langsung ada juga yang membutuhkan
sinar matahari secara penuh. Tergantung tipe tanaman yang akan dipilih.
Sebab itu,
sebaiknya penghuni harus menganalisis tanaman merambat dengan baik
lingkungannya. Jika ingin mengaplikasikan pada sisi rumah yang terbuka dan
terkena matahari langsung, maka gunakanlah tipe tanaman yang cocok dengan sinar
matahari langsung. Sementara bagian ruang yang ternaungi oleh atap atau pagar,
bisa pilih tanaman yang toleran.
Pengaplikasian
jenis tanaman jangan sampai tertukar karena akan mengakibatkan pertumbuhannya
jadi jelek dan terbakar. Seperti, warna daunnya yang tidak muncul dan
ujung-ujung daunnya jadi cokelat dan terbakar. Begitu pun dalam pemilihan
warna, tanaman merambat memiliki ragam jenis warna, jadi tidak selalu hijau,
tapi ada warna merah, kuning, bahkan oranye. Pemilihan warna sangat diperlukan
agar tercipta keseimbangan antara elemen yang satu dan elemen yang lain. Sebab,
salah sedikit saja bisa merusak estetika bangunan rumah.
Biasanya juga
bergantung pada efek apa yang ingin ditampilkan dari si pengguna. Entah ingin
menggunakan warna kontras dari bunga atau bermain dari gradasi warna hijau
daunnya saja. Alternatif lain, Anda bisa padu-padan dengan bunga artifisial,
tapi dalam komposisi yang tepat.
Hal lain yang tak kalah pentingnya
adalah perawatan. Tanpa perawatan yang rutin, tanaman akan merambat tak
teratur. Alih-alih memperindah rumah, tanaman merambat malah akan membuat rumah
tampak terawat. Selain itu, Anda juga sebaiknya rajin menyiangi daun atau
ranting yang kering.
Sejatinya, hunian berkonsep alam
akan tampak lebih serasi dan selaras jika material yang digunakan menggunakan
material alam juga. Kalaupun ingin menggunakan material berbeda sebaiknya
perhatikan pemilihan warnanya saja, seperti pengadopsian warna-warna alam.